Mengenal apa itu Unicorn

Mengenal apa itu Unicorn

Istilah ‘unicorn’ dapat disebut untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah start-up.

Sebab, Keberadaan start-up di era digital sudah tak dapat lagi dipandang sebelah mata.

Karena, berbagai start-up telah terbukti berhasil mengimbangi kesuksesan perusahaan-perusahaan besar lain.

Semua startup ini tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura.

Startup–startup ini pun menggeluti bidang yang bervariasi seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, ritel, dan bahkan games.

Estonia gets its tenth unicorn: Glia — Invest in Estonia

Berdasarkan data penelitian dari CB Insights, startup pertama yang menduduki kategori unicorn adalah Uber.

Startup asal Amerika Serikat ini memiliki valuasi senilai USD 51 miliar. Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi, Tiongkok, senilai USD 46 miliar.

Lalu, posisi ketiga diduduki oleh Airbnb, Amerika Serikat, senilai USD 25,5 miliar.

Uber sendiri telah berdiri sejak tahun 2009 silam. Sementara, Xiaomi berdiri tahun 2010 dan Airbnb berdiri tahun 2008.

Ketiga start-up ini dapat dilihat bahwa sudah beroperasi selama lebih dari lima tahun.

Hal ini berarti, untuk bisa menembus kategori unicorn, sebuah startup harus melalui proses yang tidak singkat.

Namun untuk di Indonesia sendiri telah memiliki 4 perintis unicorn startup yang mulai dilirik oleh para investor asing.

Dengan valuasi diatas USD 1 Miliar (Rp 13,8 triliun) di antaranya yaitu Tokopedia dengan valuasi sebesar Rp 50 triliun, Gojek dengan valuasi sebesar Rp 40 triliun, Traveloka dengan valuasi sebesar Rp 26 triliun serta Bukalapak dengan valuasi sebesar Rp 15 triliun.

Pada dasarnya, unicorn adalah salah satu istilah yang merujuk pada salah satu perusahaan startup besar.

Istilah ini sering digunakan untuk mengklasifikasikan kelas perusahaan startup tersebut dalam sisi finansialnya.

Beberapa tahun lalu, istilah ini pun menjadi perbincangan masyarakat, baik itu yang dibicarakan secara langsung maupun di dunia maya.

Namun, belum banyak masyarakat awam yang memahami istilah tersebut, karena namanya sendiri yang memang asing.

Mengenal apa itu Unicorn

Perusahaan Unicorn Adalah

Jadi, perusahaan unicorn adalah sebutan yang digunakan untuk merujuk perusahaan besar dengan nilai valuasi yang mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 140 triliun.

Istilah ini pertama kali digunakan oleh seorang kapitalis ventura asal Amerika Serikat bernama Aileen Lee.

Nah, selain unicorn, ada juga istilah lainnya, yaitu decacorn dan hectocorn.

Sederhananya, decacorn adalah istilah yang merujuk pada suatu perusahaan startup dengan nilai valuasi USD 10 miliar dan hectacorn merujuk pada perusahaan startup dengan nilai valuasi sebesar USD 100 miliar.

Apa Bedanya dengan Decacorn, dan Hectocorn?

  1. Decacorn

Decacorn adalah suatu kata yang berasal dari bahasa Yunani, Deka merujuk pada angka 10 yang ditambah akhiran dari unicorn.

Sama seperti namanya, perusahaan yang disebut decacorn adalah perusahaan yang memiliki nilai valuasi 10 kali lipat dari nilai unicorn, yakni USD 10 miliar.

Beberapa perusahaan asal Asia yang mampu mencapai level ini diantaranya adalah Toutiao (Bytedance), DJI Innovations, Grab, dan tujuh perusahaan lain.

Selain itu, Indonesia pun turut menyumbang perusahaan Decacorn.

Berdasarkan data yang diperoleh dari CBInsight Real Time Unicorn Tracker di tahun 2019, Gojek berhasil menjadi perusahaan pertama di Indonesia dengan gelar Decacorn.

Nah, Tokopedia diharapkan mampu menyusul kesuksesan Gojek untuk meraih gelar Decacorn ini

  1. Hectocorn

Hectocorn sendiri memiliki kedudukan dua level lebih tinggi daripada unicorn.

Artinya, gelar ini ditujukan untuk perusahaan dengan nilai valuasi yang sudah menyentuh nilai USD 100 miliar.

Walaupun ada banyak perusahaan yang memiliki nilai valuasi melebih USD 100 miliar, tapi gelar ini tidak bisa disandangkan lagi untuk mereka.

Kenapa? Karena, hectacorn yang bisa diberikan pada perusahaan rintisan atau startup yang sebenarnya masih dalam tahap pengembangan.

Mengenal apa itu Unicorn

Untuk saat ini, Indonesia belum memiliki perusahaan dengan level hectocorn. Dari seluruh perusahaan di dunia, perusahaan yang mampu menyandang gelar ini adalah Ant financial yang sebelumnya dikenal dengan Alipay, salah satu perusahaan teknologi financial yang bekerjasama dengan Alibaba Group.

Karena sulitnya sebuah perusahaan memiliki gelar Hectocorn, maka Menteri Komunikasi dan juga Informatika, Johnny G, Plate, kala itu berinisiatif untuk mendorong berbagai bisnis startup untuk segera menyentuh level unicorn hingga hectoron agar bisa meningkatkan strata ekonomi digital dalam negeri.

Hal tersebut tidak lain karena didukung dengan kondisi ekonomi yang kala itu tengah tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir, dan memaksa masyarakat diseluruh dunia untuk menghemat pengeluarannya.

Perusahaan Unicorn Terbesar di Dunia

Jumlah Unicorn di seluruh dunia di tanggal 13 Maret 2018 lalu tercatat berjumlah 271 perusahaan dengan total nilai valuasi sebesar USD 1000 miliar bila digabungkan seluruhnya.

Nah, berdasarkan data yang diinput di Wikipedia, inilah beberapa perusahaan Unicorn terbesar di dunia

  1. WeBank

WeBank merupakan perusahaan startup yang berasal dari China yang dibangun pada akhir tahun 2014.

Perusahaan ini merupakan perusahaan bank komersial swasta pertama asal China yang berbasis digital.

Fokus layanan mereka adalah menggunakan aplikasi yang lebih mengedepankan fitur pengenalan wajah.

We Bank pun turut menawarkan pinjaman dengan jumlah yang kecil serta berbagai produk investasi yang seluruhnya dilakukan melalui aplikasinya.

Total nilai evaluasi dari perusahaan ini per tanggal 2018 lalu menyentuh angka CNY 1,2 miliar

  1. DoorDash

Door Dash adalah perusahaan yang didirikan pada bulan Juni 2013 oleh Andy Fang, Stanley Tang, Tony Xu, dan Evan Moore di California, Amerika Serikat.

Pada dasarnya, perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak pada pengiriman makanan yang kala itu didirikan oleh keempat orang tersebut ketika masih menjadi mahasiswa di Stanford University.

Mengenal apa itu Unicorn

Nah, di tahun 2018 lalu, nilai evaluasi yang diraih oleh perusahaan ini mampu menyentuh nilai USD 1.4 miliar dan terus berkembang menjadi 56 pasar di lebih dari 600 kota yang berada di Amerika Bagian Utara.

  1. Palantir Technologies

Palantir merupakan perusahaan swasta yang bermarkas di Amerika Serikat dan bergerak pada bidang analisis big data.

Nama Palantir itu sendiri terinspirasi dari film The Lord of The Rings di tahun 2003, yang mana Palantir adalah salah satu artefak kuno yang digunakan untuk bisa melakukan interaksi dengan dunia yang jauh di sana.

Saat ini, klien Palantir berasal dari sejumlah lembaga besar Amerika Serikat yang mempercayakan analisa datanya pada Palantir.

Lalu, Siapa Saja Daftar Unicorn Indonesia di Tahun 2020 Lalu?

  1. GoJek

Aplikasi Gojek adalah startup pertama asal Indonesia yang diberikan gelar unicorn.

Perusahaan ini didirikan dengan prinsip mampu menyelesaikan berbagai tantangan setiap hari dengan bantuan teknologi.

Sejak pertama kali diluncurkan, mampu meraih jumlah pengguna yang luar biasa.

Selain mampu menyediakan moda transportasi yang murah dan juga cepat, Gojek juga sudah berevolusi dari hanya menawarkan tumpangan, menjadi memiliki 20 layanan saat ini.

  1. Tokopedia

Startup platform e-commerce ini didirikan pertama kali oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison di tahun 2009.

Di tahun 2017 lalu, perusahaan ini berhasil menyandang gelar unicorn dan pada tahun yang sama juga Tokopedia berhasil mengumumkan pendanaan yang mencapai total USD 1,1 miliar.

Bahkan pada tahun 2020 lalu, Tokopedia mengklaim sudah mampu menguasai 1,5 jumlah total perekonomian di Indonesia.

Mereka mencatat ada lebih dari 7,2 juta UMKM yang sudah tergabung langsung dengan jumlah pengguna aktif bulanan yang menyentuh angka 90 juta pengguna.

 Baca Juga: 10 Cara Jitu Menggunakan Kopi Untuk Lulur

  1. Traveloka

Startup selanjutnya yang berhasil menyandang gelar unicorn adalah Traveloka yang pertama kali dibangun pada tahun 2012 lalu.

Perusahaan ini bergerak pada bidang pemesanan hotel dan juga travel.

Mengenal apa itu Unicorn

Gelar unicorn tersebut berhasil diraih oleh Traveloka sejak bulan Juli tahun 2017 setelah sukses meraih pendanaan yang mampu meningkatkan kekuatan posisi traveloka sebagai pasar industri travel di Indonesia.

Pada tahun sebelumnya, Traveloka mengumumkan berhasil meraih pendanaan sebesar USD 500 juta.

 

  1. Bukalapak

Sejak pertama kali didirikan pada tahun 2010, Bukalapak telah sukses melayani lebih dari 6 juta pelapak, 5 juta mitra Bukalapak, dan 90 juta lebih pengguna aktif. Bukalapak berhasil mendapatkan status unicorn pada tahun 2017 lalu.

Pada bulan Oktober 2019 lalu, seri pendanaan F mencatat tingkat valuasi Bukalapak yang berhasil menyentuh angka USD 2, miliar.

  1. OVO

OVO berhasil menjadi perusahaan startup unicorn kelima di Indonesia dengan nilai valuasi yang sebesar USD 2,9 miliar, yang artinya lebih tinggi dari Bukalapak serta Traveloka.

Saat ini, aplikasi pembayaran yang serba bisa ini menjadi perusahaan fintech paling besar di Indonesia yang pada tahun 2018 lalu mengklaim sudah menjalankan lebih dari 1 miliar transaksi.

Baca Juga : 14 Cara Pola Hidup Sehat Yang Direkomendasikan

Demikianlah penjelasan dari kami tentang pengertian perusahaan unicorn. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa perusahaan unicorn adalah perusahaan yang memiliki tingkat valuasi mencapai USD 1 miliar atau setara Rp 140 triliun lebih.